<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459</id><updated>2011-10-23T19:49:23.575-07:00</updated><category term='SASTRA UNTUK ANAK KITA'/><category term='HIKMAH'/><category term='PARENTING'/><category term='CERITA ANAK KITA'/><category term='ANAK SEHAT KITA'/><category term='ARTIKEL'/><category term='FIQH ANAK KITA'/><title type='text'>CINTA ANAK KITA</title><subtitle type='html'>karena anak adalah amanah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-7547063923943160852</id><published>2011-05-02T18:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T19:03:13.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>Jadilah Inspirator Kebaikan untuk Anak Kita</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;Oleh : Anang Istanto &lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Di sebuah sekolah&amp;nbsp; ada seorang anak sebut saja&amp;nbsp; anti, putri cilik ini&amp;nbsp; pagi itu sedang&amp;nbsp; menekuri &amp;nbsp;kepingan puzzle yang menarik minatnya. hari ini adalah hari yang kesekian kalinya Shofi, bu guru itu memandang anti &amp;nbsp;dengan penuh penasaran, otak kanannya terus berputar –putar&amp;nbsp; berusaha mencari tahu ada apa dengan anak itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bu guru itu ternyata masih memandangi anti yang asyik mencocok-cocokkan bagian-bagian puzzle itu. &amp;nbsp;Keheranannya bukan karena keseriusan anak itu dengan permainannya. Namun ada hal yang berbeda anak ini dengan yang lainnya. Baju kurung yang selalu digunakan anak ini tiap hari motif dan warnanya sama persis alias tidak pernah ganti anak itu dengan baju kurungnya. Warna baju yang di kenakan anti tersebut juga sangat mencolok berdasar putih dan bermotif lingkaran hijau berdiameter 10 cm bertebaran di di atas warna putihnya. Sama sekali bukan warna dan motif anak –anak.” Kenapa ya … ?” gumam shofi lirih. Ia bertanya sekali lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Daripada bingung dan&amp;nbsp; pusing tujuh keliling, bu shofi langsung menggunakan triknya yang ampuh, bertanya langsung kepada anak yang membuatnya &lt;i&gt;excited &lt;/i&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; “Anti….. bunda boleh bergabung ?“ ucap bu guru membuka komunikasi. “ eh… bunda shofi.. boleh bun..&amp;nbsp; bunda.. bunda yang kosong ini yang mana yang cocok ya…?” anti ternyata cukup terbuka juga. &amp;nbsp;“ yuk coba kita cari lagi .. yang mana ya…eh anti bunda boleh nanya sesuat gak ke anti?” “silakan, Bu.” “ Anti, emh… anti punya baju kurung ijo putih itu berapa?” “ya.. satu lah masa ya satu dong ..he..he..”jawab anti mulucu, tak lama ia berseloroh lagi “ naaaaah.. bunda penasaran ya kenapa aku pake tiap hari….” Cerdas juga anak ini sudah faham maksud bunda shofi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bunda Shofi yang merasa tertengkap basah itu mengangguk sambil memberikan senyuman termanisnya kepada anak unik itu. “bunda tenang aja bajuku ini gak bau kok. Kan tiap sore mamaku mencucikannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;terus di jemur… terus di setrika dan tak pakailagi deh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Tapi ngomong-ngomong kenapa &amp;nbsp;Anti suka sekali baju itu?” anti tersenyum kecil lalu menjawab ” bunda anti itu suka banget sama budhe parti!” budhe parti, kenapa dengan tukang buat teh untuk guru-guru itu. Apanya yang istimewa..&amp;nbsp; ya? Lalu apa hubungannya dengan baju kurungnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ya budhe parti. Wanita setengah baya itu mampu menginspirasi anti dengan baju kurungnya, &amp;nbsp;Pembantu sekolah itu&amp;nbsp; memang biasa mengenakan baju kurung bermotif&amp;nbsp; hampir sama dengan motifnya yang dikenakan&amp;nbsp; anti. Kadang-kadang sesuatu yang tidak kita perhatikan,&amp;nbsp; dilihat dan contoh &amp;nbsp;oleh anak –anak kita termasuk anti. Barangkali kita pernah melihat anak kita &amp;nbsp;dalam setiap kurang lebih lima menit selalu membenahi jilbabnya. Setelah di tanya ternyata bu guru kesayangannya sering juga melakukan demikian. Atau murid kita yang selalu mencuci tangan karena kita mencontohkannya setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budhe Parti, bu guru, ibu rumah tangga yang lain atau ayah atau siapa saja punya potensi dan kewajiban untuk menjadi inspirator kebaikan bagi anak-anak kita. jangan tunda lagi karena setiap langkah kita selalu diawasi oleh qurrata a’yun kita. selamat menjadi inspirator kebaikan. Allahu Akbar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-7547063923943160852?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/7547063923943160852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2011/05/jadilah-inspirator-kebaikan-untuk-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/7547063923943160852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/7547063923943160852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2011/05/jadilah-inspirator-kebaikan-untuk-anak.html' title='Jadilah Inspirator Kebaikan untuk Anak Kita'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-4995320038771306146</id><published>2011-04-25T19:47:00.001-07:00</published><updated>2011-04-25T21:27:21.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>Menanamkan perilaku Islami sejak dini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Oleh : Anang Istanto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Menerapkan perilaku baik di tengah-tengah dunia global seperti saat ini bukanlah persoalan yang  mudah. Banyak memang hal-hal yang bisa mendukung kita untuk selalu terkontrol dalam kebaikan, namun di sisi lain junudussyaithon  menggoda kita dari berbagai arah. Mereka belum akan berhenti sehingga kita tergelincir ke jurang hina tersebut. Bahkan terkadang secara tidak di sadari, kita sudah masuk ke jurang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi sekarang ini barangkali kita termasuk dari orang yang senantiasa menjaga kebaikan –kebaikan, namun perlu kita perhatikan juga generasi  yang akan datang, anak-anak kita, anak saudara kita, anak-anak lingkungan sekitar kita,  akankah mereka akan berperilku baik seperti kita, beranikah kita menjaminnya. Kalau kita teringat sebuah syair dari tim Nasyid Raihan yang bercerita tentang konsep keimanan, bahwa iman itu adalah mutiara dan iman tak dapat di warisi, dari seorang ayah yang bertaqwa.  Lalu bagaimanakah kita akan menjaga generasi kita supaya tetap menjaga keimanan dan akhlak islaminya di masa mendatang, kalau kita tidak mempersiapkannya dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut di atas, mestinya kita mulai memperhatikan  hal ini di tengah kesibukan kita.  Anak merupakan  amanah dari Allah dan kita selalu diingatkan untuk tidak meninggalkan generasi di belakang kita generasi yang lemah  (lihat QS An Nisa’ : 9). Menurut Sayid Quthb dalam tafsirnya fii Dhilalil Qur’an menafsirkan bahwa generasi yang lemah adalah generasi yang sayapnya telah patah sehingga tidak bisa terbang tinggi meraih impiannya, maka sistem pendidikan yang paling tepat adalah menggunakan sistem rasulullah.  Pakar pendidikan  islam, ustadz Abdullah nashih ‘Ulwan mengatakan, ”Ketahuilah, hendaknya para pendidik mengikuti sistem Rasulullah SAW, dalam menanamkan rasa cinta kepada anak kecil bila mereka berkeinginan membentuk kepribadian anak-anaknya yang berlandaskan cinta, saling menolong, saling mementingkan orang lain, dan membebaskannya dari sikap dengki dan egoisme” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa usaha-usaha yang bisa di lakukan oleh orang tua atau pendidik untuk menanamkan perilaku islami sejak dini  : &lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pembiasaan  akhlaq Islami&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Ada perkataan seorang ‘alim bahwa perbuatan atau perilaku yang kita lakukan berulang-ulang,  maka akan menjadi sebuah kebiasaan. Jika kebiasaan kita lakukan berulang-ulang, maka akan menjadi karakter dan jika karakter itu kita lakukan secara kontinyu, maka akan menjadi takdir kita. Dari sini bisa kita ambil kesimpulan, jika sunnah-sunnah rasulullah yang sederhana ini kita ulangkan kepada buah hati kita, insya Allah akan menjadi kebiasaan yang lambat laun akan menjadi karakter mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menghafal dan mengingatkan perilaku dengan hadits sederhana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali hadits-hadits rasulullah yang sederhana dan sangat bisa dihafalkan oleh anak-anak kita. Hadits tentang makan misalnya, Ya Ghulam ..Kul biyaminik wakul mimma yalik yang artinya wahai anak muda makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari yang terdekat dengan kita. Hadits larangan marah,  laa taghdhob walakal jannah yang artinya  jangan marah pahalamu surga dan masih banyak sekali hadits Rasulullah tentang perilaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kita ajarkan kepada anak supaya mereka hafal dan untuk lebih menguatkan hafalan mereka serta dapat mempengaruhi perilaku mereka, maka kita bisa menggunakan hadits-hadits tersebut pada prilaku keseharian mereka. Jika suatu saat anak kita lengah, sehingga terkadang makan dengan tangan kiri misalnya, kita dapat langsung mengingatkannya dengan lafal hadits tersebut yaitu yaa ghulam kul biyaminik wakul mimma yalik, wahai anak muda makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di dekatmu. Dalam kondisi seperti itu anak mengalami proses mendengar, mengolah, dan berusaha mengingatnya. Sehingga apabila hal ini terjadi secara berulang –ulang, maka  hasil minimalnya adalah anak menjadi hafal dan maksimalnya adalah anak selalu mempraktekan hadits tersebut, bahkan apabila kita sebagai orang tua yang lupa mereka akan berbalik mengingatkan kita insya Allah. Indah bukan…… ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Menceritakan kisah-kisah akhlak Rasulullah sebelum tidur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori Neuro linguistic Programe,  bahwa otak bawah sadar kita atau sub conscious akan cepat menerima dan menyimpan  informasi, Jika otak berada pada gelombang Alfa. Salah satu  peristiwa konkretnya adalah pada saat  menjelang tidur,  sebuah informasi apabila di terima oleh otak bawah sadar atau sub  concious, maka sebanyak 88 % akan mempengaruhi perilaku. Kemudian jika kisah -kisah teladan Rasulullah dan para sahabat itu secara continyu dapat kita sampaikan waktu menjelang  tidur, maka dimungkinkan perilaku rasulullah akan lekat di otak bawah sadarnya dan insya allah mempengaruhi perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Memberikan Laqob yang baik &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memberikan laqob yang baik adalah sunnah rasulullah kepada para shahabatnya, seperti Abu Bakar, karena begitu taat dan tsiqohnya kepada Rasulullah, ia di beri julukan AshShidiq, Umar di beri julukan Al Faruq, Khalid Bin walid dengan julukan Syaifullah, yang paling tahu halal dan haram adalah Mu’adz bin jabal dan Hamzah adalah singa Allah dan masih banyak shahabat lain yang tak luput dari laqob Rasulullah. Ada baiknya kita mengingatkan kepada anak kita dengan si ahli Shodaqoh jika mereka suka shodaqoh atau si rajin sholat jika mereka tekun melakukan shalat. Insya Allah hal itu akan membuat mereka bersemangat untuk melakukannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Menjadi teladan yang baik bagi anak kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berusaha menjadi teladan dalam menerapkan sistem Rasulullah ini, menjadi sebuah keniscayaan, jika kita ingin melihat anak kita melakukannya. Seperti Rasulullah dalam mendidik shahabatnya, beliau menjadi teladan terbaik bagi sahabatnya. Apa yang di contohkan oleh Rasulullah selalu di tiru oleh shahabat-shahabat terkasihnya. Selain itu, Rasulullah juga bersabda dalam sebuah haditsnya bahwa setiap mukmin itu menjadi cermin bagi mukmin yag lain dalam berperilaku sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.&lt;b&gt; Mendo’akannya setiap saat&lt;/b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti menyadari bahwa kita hanya bisa berusaha sekasimal mungkin untuk mencetak generasi harapan. Di balik itu ada Dzat yang Maha membolak-balikkan hati dan perilaku. Ada  yang lebih berhak memberikan keputusan apakah orang ini baik atau buruk. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa meminta petunjukNya.  Memohon di beri kemudahan dalam melaksanakan misi kita tersebut. Meminta supaya anak kita terjaga dari sifat –sifat tercela yang nantinya akan membawa kita kepada kehinaan dan kehancuran . Wallahu A’lam Bish Showaab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-4995320038771306146?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/4995320038771306146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2011/04/menanamkan-perilaku-islami-sejak-dini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/4995320038771306146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/4995320038771306146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2011/04/menanamkan-perilaku-islami-sejak-dini.html' title='Menanamkan perilaku Islami sejak dini'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-1855957202830787301</id><published>2010-07-14T01:46:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T01:46:14.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Republika OnLine » Breaking News » Kesehatan Pendidikan Kesehatan Perlu Ditanamkan di Sekolah Sejak Usia Dini</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pendidikan kesehatan sejak usia dini perlu ditanamkan di sekolah dasar (SD). Peran guru sangat berpengaruh dalam menanamkan perilaku sehat kepada anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI, Umar Fachmi Achmadi, mengatakan, pemahaman dan penerapan perilaku sehat sangat penting. Paslnya, berbagai penyakit, seperti avian influensa, SARS, leptospirosis, diare, dan infeksi perut kembali marak menjangkiti masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menjelaskan, perubahan iklim yang memicu munculnya beragam penyakit tersebut. Bahkan, perubahan iklim yang berujung pada kerusakan dan pencemaran lingkungan (banjir) membuat risiko timbulnya diare, DBD, dan malaria diperkirakan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Diare tercatat sebagai pembunuh tertinggi kedua balita di Indonesia,'' ujar Umar pada acara seminar 'Aku Anak Sehat 2010 yang diselenggarakan Tupperware' di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikolog Rose Mini mengatakan, perilaku sehat harus diberikan sejak anak di SD dengan membiasakan mencuci tangan, tidak sembarangan membuang sampah, dan membawa bekal dari rumah (tidak jajan). Menurut dia, seorang guru harus mengetahui standardisasi kebersihan dan keamanan pangan, wadah, serta lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para guru, kata Rose, harus bisa membangun interaksi yang baik dengan para siswa. Selain itu, bersedia bertukar pikiran, membantu siswa, dan memperlakukan anak sesuai karakternya. ''Dari apa yang disampaikan guru, siswa diharapkan dapat mengadopsi dan menerapkan perilaku sehat,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Endro Yuwanto&lt;br /&gt;Rep: Anissa Mutia    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-1855957202830787301?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/1855957202830787301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/07/republika-online-breaking-news.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/1855957202830787301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/1855957202830787301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/07/republika-online-breaking-news.html' title='Republika OnLine » Breaking News » Kesehatan Pendidikan Kesehatan Perlu Ditanamkan di Sekolah Sejak Usia Dini'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-8088029828537126899</id><published>2010-04-02T06:36:00.001-07:00</published><updated>2010-04-02T10:48:51.571-07:00</updated><title type='text'>Pengumuman PSB  Tahun Pelajaran 2010/2011</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;td width="561" bordercolor="#FF0000"&gt;&lt;p align="center" class="style3"&gt;SURAT KEPUTUSAN&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="style3"&gt;NO. 244/PG-TKIT/NH/IV/2010&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="style2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class="style2"&gt;&lt;strong&gt;PENGUMUMAN PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL PENERIMAAN SISWA BARU PG &amp;amp; TKIT NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN   PELAJARAN 2010/2011&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify" class="style2"&gt;Bismilaahirrahmanirrahim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga   tecurahkan Nabi Muhammad SAW, dan para pengikutnya yang istiqamah di   jalan-Nya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil seleksi calon siswa dan wawancara orang tua /   wali calon siswa PG &amp;amp; TKIT Nur Hidayah Surakarta maka Kepala Sekolah PG &amp;amp; TKIT Nur Hidayah Surakarta dengan memohon pertolongan   Allah SWT menetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMUTUSKAN&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama &amp;ndash; nama yang tertulis pada lampiran 1 Surat Keputusan ini   dinyatakan &lt;strong&gt;DITERIMA&lt;/strong&gt; sebagai calon siswa baru PG &amp;amp; TKIT Nur Hidayah Tahun Pelajaran 2010/2011&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" class="style2"&gt;2. Nama &amp;ndash;nama yang tertulis pada lampiran 2 Surat Keputusan ini   dinyatakan sebagai &lt;strong&gt; CADANGAN&lt;/strong&gt; sebagai calon siswa baru PG &amp;amp; TKIT Nur Hidayah Tahun Pelajaran 2010 / 2011&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" class="style2"&gt;3. Pemberitahuan Jadwal Daftar Ulang dan Pengukuran Seragam tertulis pada lampiran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Surat Keputusan ini dibuat untuk dapat digunakan   sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil &amp;lsquo;alamin &lt;/p&gt;&lt;p align="justify" class="style2"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="style2"&gt;Surakarta, &lt;u&gt;18 Rabbiul Tsani 1431H &lt;/u&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;3 April &amp;nbsp; 2010&amp;nbsp;M &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kepala Sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="style2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;strong&gt;ANANG ISTANTO &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left" class="style2"&gt;Lampiran 1&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="style3"&gt;DAFTAR NAMA CALON SISWA YANG DINYATAKAN DITERIMA&lt;/p&gt;&lt;table width="557" border="0" align="center"&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="55" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;No Urut &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="86" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kelompok&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="123" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;No. Pendaftaran &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="275" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;Nama Lengkap Anak &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;01 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FAIZ ZAKI MUBAROK &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;02 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FAUZIYYAH HASNA AZZAHRA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;03 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;IHYA AKMAL KARIM &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;04 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;IRSYAD HANIF SAIFI ADLI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;05 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AHMAD AUFAL MUROD &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;06 /PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ABDULLAH FAZA FAUZAN ADHIM &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;07 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;MUHAMMAD YASSIR AL MUMTAZ &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;08 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;LABIBAH AMANINA BIRRUNI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;9&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;09 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;NUR'AINI ZUHRAH PRASETYANA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;10&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;10 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;NASFIHAT ILYA MUHAMMAD &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;11&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;11 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FATIHUL ULA AL ARIF &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;12&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;12 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ARINA RASYADA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;13&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;13 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KANHA WISNU SYAHBANA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;14&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;14 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;NISRINA DIAN FADHILAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;15&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;15 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;IBNU KAMIL PRAMADI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;16&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;16 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ARKAN SETYA ABIMANYU &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;17&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;19 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;NADIRA QURROTU'AIN &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;18&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;22 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ZAHRA KHAIRUNISA WINANTI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;19&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;24 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;RADYV ABDU AL-ALY&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;20&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;26 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AISYAH NURUL LAILY &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;21&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;29 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FATHIYA SURYA SUHARJA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;22&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;34 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;HAFIDZ HAMDAN LILLAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;23&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;37 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AISHA JASMINA ZAKI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;24&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;38 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;RAMADHAN FAIDLURRAHMAN &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;25&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;39 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KHAIRINA AISHA RAIHANAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;26&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;40 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;HABSHAH NAJLA FAKHITAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;27&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;46 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ATHAYYA ZUSFAYCHA GHAFIRA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;28&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;49 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;span class="style1"&gt;CLARESTA ASTAGINA PRIMAYUDHANA &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;29&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;50 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;MUHAMMAD AFIF HASYA FAHREZA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;30&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;002/ TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FITRI ADDIENA ILMA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;31&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;008/ TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ZAIDAN HAKIM RAIS BAHJATULLAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;32&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;001 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ISY FIRNASAN ADANIA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;33&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;003 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ABDULLAH FAHMI AL KAYYISI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;34&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;004 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;NADIA SHOLIHAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;35&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;005 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;SAFIRA NUR FADILAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;36&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;006 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;HANIFA AULIA RAHMA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;37&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;007 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;NAFISAH JURUL FAIZAH GHOZALI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;38&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;009 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;RIZKYA HASNA SALSABILA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;39&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;010 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;LATHIFAH NURUL FAIZAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;40&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;011 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FAQIH SAHAR RAMADHAN &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;41&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;012 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;span class="style1"&gt;AL-FARUQ HABIB ABDILLAH ANDY AL AYYUBI &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;42&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;016 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;SHOFFIY QUMILLAILA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;43&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;017 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ANINDYA NISRINA PUTRI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;44&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;018 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;IRSYAD SAKTIO AJI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;45&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;019 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AIDA AZZAHRA TANNIA BUDI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;46&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;020 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;span class="style1"&gt;ANNISA AURELLIA PUTRI INDRIARTO &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;47&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;021 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KHAFKA AKBAR ABDILLAH&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;48&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;022 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;DAUD MOECHSIN &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td height="22" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;49&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;023 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;DIDA AISYAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;50&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;024 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AZHAR HANIF IZZUDDIN&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;51&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;028 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;RAKSA DIAZ BIMANTARA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;52&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;029 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AISYAH PUTRI&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;53&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;030 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ZAHY ABIYYU ANAS SAPUTRA&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;54&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;032 / TK A&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ZAHRA AYU NUR ASY SYIFA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;55&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;034 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;span class="style1"&gt;VAREL HAFIZ AL RASHID RAMADHAN &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;56&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;035 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ADHAM BAYU WICAKSONO &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;57&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;036 / TK A&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KAUTSAR DZAKWAN RIZQULLAH&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;58&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;037 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;HAFIZH ALA'UDIN FAJRI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;59&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;044 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;DAFA ARIFULHAQ KUSUMA ARDAN&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;60&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;045 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AFIF AKRAM MUYYASSAR &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;61&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;047 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AFIFAH AFRA AMATULLAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;62&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;048 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;IFFA AULIA ZAKIA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;63&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;050 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;DAMAS ARYA WICAKSANA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;64&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;051 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KINTAN KAIRA MAHARANI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;65&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;054 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AMIR HAMZAH KHAIRURRIJAL &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;66&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;055 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KHAYYARA LAILA IZZATY HARIS &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;67&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;058 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;SYIHABULHAQ ALAFIF MA'MULI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;68&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;001 / TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;MAULINA SILVIATUL MUNA AL ARIF &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;69&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;002 / TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;MUHAMMAD DWIKY ILMAWAN &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;70&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;003 / TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ABU AYYUB AL ANSHORY &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;71&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;004 / TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;AURORA MA'ISYAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;72&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;006 / TK B &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ARRAYYAN DEWA NALENDRA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;p align="left" class="style2"&gt;Lampiran 2&lt;/p&gt;&lt;p align="center" class="style3"&gt;DAFTAR NAMA CALON SISWA YANG DINYATAKAN CADANGAN &lt;/p&gt;&lt;table width="557" border="0" align="center"&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td width="64" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;No. Urut &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="79" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;Kelompok&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="126" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;No. Pendaftaran &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td width="270" class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;Nama Anak &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;36 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="left"&gt;AHMAD NADJIB KAYSAN &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;32 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="left" class="style1"&gt;NISRINA SALMA FAUZIYAH &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;48 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="style1"&gt;MUHAMMAD HILMY NAUFAL DARMAWAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;21 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="left"&gt;RAFA AHNAF FAHIMSYA &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;PG&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;33 / PG &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;FAWWAS AKMAL NASIR&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;046 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;M. NAUFAL DZAKI JATMIKA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;056 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;MUHAMMAD KHANUN DZAKWAN &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;057 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;ANINDITA NUR AISYAH &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;9&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;059 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;KAYLA SEKAR NARESWAR&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;10&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;063 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;HAIDAR ZANKI &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;11&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;&lt;div align="center"&gt;053 / TK A &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="style2"&gt;LEXZA IAN PRAYUDHA &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;Lampiran 3&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PEMBERITAHUAN &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Bagi yang sudah diterima harap &lt;span class="style4"&gt;Daftar Ulang dibuka tanggal 5 - 10 April 2010 dan Pengukuran seragam dilayani tanggal 5 dan 6 April 2010 Pada Jam 08.00 - 12.00 WIB&lt;/span&gt; di PG &amp;amp; TKIT Nur Hidayah Surakarta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Bagi yang cadangan akan kami hubungi apabila ada yang tidak daftar ulang sampai &lt;span class="style8"&gt;tanggal 10 April 2010. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.  SOMG (Silaturrahim Orang Tua Murid dan Guru) Perdana dan Pengambilan Seragam pada hari &lt;span class="style4"&gt;Sabtu, 26 Juni 2010 jam 08.30 WIB di Gedung Perum Perhutani (Barat Solo Square).  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p dir="ltr" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-8088029828537126899?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/8088029828537126899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/04/test.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8088029828537126899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8088029828537126899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/04/test.html' title='Pengumuman PSB  Tahun Pelajaran 2010/2011'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-1177459084089179997</id><published>2010-02-24T03:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T03:00:45.605-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK SEHAT KITA'/><title type='text'>Ketika Anak Demam</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3 FASE DEMAM:  &lt;br /&gt;1.    menggigil - sampai suhu tubuh mencapai puncaknya, &lt;br /&gt;2.    lalu menetap  &lt;br /&gt;3.    dan baru akhirnya turun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA DAN MENGAPA TIMBUL DEMAM? &lt;br /&gt;»     Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil &lt;br /&gt;di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN - ZAT PENCETUS PANAS. &lt;br /&gt;»     Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak, &lt;br /&gt;seperti infeksi,  radang, keganasan, alergi, teething, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFLAMMATION - FEVER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi? &lt;br /&gt;»     Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan &lt;br /&gt;demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena &lt;br /&gt;infeksi. &lt;br /&gt;»     Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi &lt;br /&gt;virus, jamur, parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan &lt;br /&gt;oleh virus. &lt;br /&gt;»     Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), &lt;br /&gt;bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada &lt;br /&gt;kesalahan "program" di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai "musuh" &lt;br /&gt;dan diserang oleh sistem imun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, INFEKSI itu apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg &lt;br /&gt;sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita. &lt;br /&gt;»     Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh &lt;br /&gt;sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan &lt;br /&gt;tubuh kita. &lt;br /&gt;»     Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun &lt;br /&gt;sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat &lt;br /&gt;kekebalan (antibodi).  Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman/bakteri, &lt;br /&gt;bisa virus, jamur, dll&lt;br /&gt;Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu PENYAKIT ATAU GEJALA? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang &lt;br /&gt;terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, &lt;br /&gt;melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting &lt;br /&gt;adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah &lt;br /&gt;akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan  adalah infeksi virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA KALAU INFEKSI HARUS DEMAM?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya &lt;br /&gt;membantu tubuh menyingkirkan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb. &lt;br /&gt;Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi &lt;br /&gt;adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat &lt;br /&gt;sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak &lt;br /&gt;termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi &lt;br /&gt;2.    Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu &lt;br /&gt;tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIMANA PERAN OBAT PENURUN PANAS? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim  Cox - sehingga pembentukan &lt;br /&gt;prostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan &lt;br /&gt;suhu tubuh. &lt;br /&gt;»     Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu &lt;br /&gt;sendiri. &lt;br /&gt;»     Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer, &lt;br /&gt;Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin,  Bactrim, Septrim, INH, &lt;br /&gt;Flagyl), Cimetidine,  Primperan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatasi demam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca "kerugian yg &lt;br /&gt;dapat terjadi karena demam"). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kompres anak dengan air hangat. &lt;br /&gt;Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan &lt;br /&gt;menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh &lt;br /&gt;untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. &lt;br /&gt;Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas. &lt;br /&gt;Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai &lt;br /&gt;40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak &lt;br /&gt;muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di &lt;br /&gt;bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur &lt;br /&gt;tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan &amp; ajak bermain. &lt;br /&gt;3.    Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas &lt;br /&gt;diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya &lt;br /&gt;jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah &lt;br /&gt;38.5C). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COMPLICATIONS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh &lt;br /&gt;terhadap infeksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Dehidrasi - karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran &lt;br /&gt;cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. &lt;br /&gt;2.    Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang &lt;br /&gt;demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun.  Terjadi pada &lt;br /&gt;hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia &lt; 6 bulan atau &gt; 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 &lt;br /&gt;seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK &lt;br /&gt;BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK. &lt;br /&gt;PRINCIPLES IN FEVER MANAGEMENT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Mencari tahu apa penyebab panasnya. &lt;br /&gt;»     Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Orang tua tidak perlu panik,  umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal &lt;br /&gt;utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak &lt;br /&gt;rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak &lt;br /&gt;perlu cemas. &lt;br /&gt;»     Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi&lt;br /&gt;»     Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi&lt;br /&gt;»     Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokter&lt;br /&gt;Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold &lt;br /&gt;- 3 - 10 hari - ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;American Academy of Pediatrics - membuat rekomendasi penanganan demam dengan &lt;br /&gt;mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya: &lt;br /&gt;»     Bila bayi berusia &lt; 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C»     Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C»     Bayi dan anak berusia &gt; 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter &lt;br /&gt;»     Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi&lt;br /&gt;»     Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan  &lt;br /&gt;»     Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)&lt;br /&gt;»     Kejang &lt;br /&gt;»     Kaku kuduk leher,&lt;br /&gt;»     Sesak napas&lt;br /&gt;»     Gelisah, muntah, diare&lt;br /&gt;»     Sakit kepala hebat &lt;br /&gt;Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya &lt;br /&gt;tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan praktis menangani anak demam:&lt;br /&gt;»     Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju &lt;br /&gt;yang tidak tebal&lt;br /&gt;»     Ekstra cairan, Minum sering: &lt;br /&gt;o     Air, air sup, jus buah segar yang sudah dicampur air, es batu, es krim&lt;br /&gt;o     Bila sering muntah atau diare, beri minuman yg mengandung elektrolit: &lt;br /&gt;pedialyte, oralit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan &lt;br /&gt;makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.&lt;br /&gt;»     Tepid sponging (kompres air hangat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak tidak masuk sekolah, tetapi bukan berarti harus di tempat tidur seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPONGING TO EASE FEVER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»     Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan &lt;br /&gt;menyatakan -  cukup kompres saja. &lt;br /&gt;»     Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 - 45 menit. &lt;br /&gt;»     Kapan kita mengompres anak demam?&lt;br /&gt;1.    Uncomfortable&lt;br /&gt;2.    Suhu ³ 104F (40C)&lt;br /&gt;3.    Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam  &lt;br /&gt;4.    Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk &lt;br /&gt;»     Bagaimana cara mengompres anak demam?&lt;br /&gt;1.    Taruh anak di bath tub/ember mandi yang diisi air hangat bersuhu 30 - &lt;br /&gt;32C; atau&lt;br /&gt;2.    Usapkan air hangat di sekujur tubuh bayi/anak&lt;br /&gt;»     Bila anak menolak, suruh duduk di ember/bath tub, beri mainan, ajak &lt;br /&gt;bermain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANAGEMENT OF FEBRILE CONVULSION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sering sulit membedakan antara menggigil dengan kejang. &lt;br /&gt;»     Pada saat anak menggigil, anak tidak kehilangan kesadaran, tidak berhenti &lt;br /&gt;napasnya. Anak menggigil karena suhu demamnya akan meningkat.&lt;br /&gt;Orang tua juga sulit membedakan antara kejang demam/steup - dg kejang akibat &lt;br /&gt;infeksi otak. &lt;br /&gt;»     Kejang akibat demam bersifat generalized (melibatkan seluruh tubuh), &lt;br /&gt;berlangsung sekejap, setelah kejang - anak sadar. &lt;br /&gt;»     Kejang akibat infeksi otak berlangsung lama, berulang-ulang, lehernya &lt;br /&gt;kaku, dan sesudah kejang, anak tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya org tua menghitung lamanya kejang dengan watch stop - tidak jarang, &lt;br /&gt;akibat penampilannya yang menakutkan, maka orang tua merasa kejangnya lama &lt;br /&gt;meski sebenarnya hanya berlangsung dalam detik atau menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa panduan praktis menangani anak kejang demam:&lt;br /&gt;-     Tetap tenang, jangan panik, amati kondisi anak dengan seksama&lt;br /&gt;-     Baringkan anak/bayi di tempat yang aman (lantai) &lt;br /&gt;-     Saat anak kejang, jangan di "rejeng" (untuk mencegah terjadinya fraktur) &lt;br /&gt;-     Cegah agar saat kejang anak tidak tersedak (posisi anak tengkurap atau &lt;br /&gt;miring) &lt;br /&gt;-     Jangan taruh benda apapun di dalam mulut anak (misalnya sendok) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;FEVER MEDICATION (OBAT DEMAM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ibuprophen  Acetaminophen     Acetosal    Metamizole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effect      NYERI, demam, fever, inflamasi      DEMAM, nyeri      Nyeri, demam, &lt;br /&gt;inflamasi       Nyeri, demam, inflamasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis 5-10 mg/kg  10-15 XX    XX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek samping      Iritasi lambung/saluran cerna (perdarahan), Gangguan &lt;br /&gt;ginjalJangan berikan bila anak muntah2 dan atau diare    Paling aman - asalkan &lt;br /&gt;dosisnya tidak berlebihanBila overdosis, dapat menyebabkan kerusakan hati     &lt;br /&gt;Sindrom Reye (gangguan otak dan hati), iritasi lambungTidak dianjurkan: Anak &lt; 12 tahun, infeksi virus   Bone marrow suppressionBeberapa prinsip yang perlu dicatat:-     Jangan berikan 2 obat demam misalnya acertaminophen dengan ibuprofen atau acetaminophen dengan aspirin.-     Sebaiknya jangan campur acetaminophen dengan phenobarbital (luminal). Luminal menekan ensim hati yang kerjanya menetralisir acetaminophen sehingga kadar acetaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko intoksikasi acetaminophen.-     Jangan campur obat demam dengan steroid (prednison, oradexon, kenacort, dll) karena steroid akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.-     Acetaminophen merupakan obat yang paling aman selama dosisnya diberikan dengan tepat (tidak berlebih).-     Jangan obati demam yang tidak tinggi.-     Jangan berikan aspirin (ASETOSAL/ASPILET) pada anak &lt; 12 tahun. Pada infeksi virus, aspirin akan meningkatkan risiko SINDROM REYE, suatu kondisi berat yang mmenyebabkan gagal hati dan penurunan kesadaran.»     Umumnya, demam bukan merupakan kondisi yang membahayakan jiwa. Demam justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membantu kita membasmi infeksi, yang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami saat orang tua harus mengontak dokter anaknya.  »     Oleh karena itu, bila demam tidak tinggi, jangan berikan obat demam, tidak perlu dikompres, minum banyak saja. »     Obat demam dan kompres hangat hanya diberikan bila demam tinggi atau anak merasa "uncomfortable". »     Upaya yang penting lainnya adalah mencegah komplikasi dehidrasi dengan memberikan anak minum lebih dari biasanya. (ayah Bunda online)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-1177459084089179997?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/1177459084089179997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/02/ketika-anak-demam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/1177459084089179997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/1177459084089179997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/02/ketika-anak-demam.html' title='Ketika Anak Demam'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-5806918330510311818</id><published>2010-02-16T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:29:23.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>Ibu dan Facebook</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;dak menerlantarkan anak-anak kita berikut&lt;br /&gt;Seemoga Facebook ti ini adalah sebuah puisi seorang anak tentang Ibu Dan Facebooknya Selamat menyaksikan &lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/YiuRsBwbBNA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/YiuRsBwbBNA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-5806918330510311818?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/5806918330510311818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/02/ibu-dan-facebook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5806918330510311818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5806918330510311818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/02/ibu-dan-facebook.html' title='Ibu dan Facebook'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-3721500921268886322</id><published>2010-02-16T07:25:00.003-08:00</published><updated>2010-02-16T07:39:40.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Facebook tidak menerlantarkan anak-anak kita. &lt;br /&gt;berikut ini adalah sebuah puisi seorang anak tentang Ibu Dan Facebooknya &lt;br /&gt;Selamat menyaksikan &lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/YiuRsBwbBNA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/YiuRsBwbBNA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-3721500921268886322?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/3721500921268886322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/3721500921268886322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/3721500921268886322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/02/blog-post.html' title=''/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-5085120523314487812</id><published>2010-01-31T20:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T20:01:17.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA ANAK KITA'/><title type='text'>Bersabarlah Binto</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari senin, tidak biasanya binto, si bintang kecil turun ke bumi di kelihatan lesu sekali, wajahnya pucat pasi, tidak bertenaga, seakan – akan tidak menghiraukan lagi keadaan di sampingnya. Ia berjalan terus sambil ngomong sendiri, ”Aku bosan jadi bintang, bosan …bosan ……… kerjaku hanya diam dilangit tak ada  yang menemaniku, ada sih temen-temenku yang lain, tapi tempatku berjauhan jadi aku nggak bisa ngobrol dengan mereka. Masa kerja kok hanya diam saja. Kemudian sesekali aku melihat bumi, kulihat di sana si tukang kayu ahmad, dia tampak sibuk sekali dengan kayu-kayunya sambil bernyanyi riang, kulihat lagi si sopir bus  Rodhi berjalan-jalan bersama dengan penumpangnya,ia tampak tertawa senang dengan kernet, oh   apalagi kalau aku melihat si kapten kapal sindibad. Sambil berdiri gagah ia berteriak kepada awak kapalnyadan kepada ombak-ombak yang mengelilinginya “Ayo kita berangkat ….mengantarkan kopi ini ke kota Impian !!!!....aku iri dengan mereka aku sindirian  di langit tidak ada teman, tidak bermanfaat bagi orang lain, lalu kenapa Tuhan  menciptakanku ? hah aku memang betul-betul bosan” gerutu binto dalam hati sambil terus berjalan menunduk tak tentu arah, bosan …bosaaaaaaannnnnnnnn.&lt;br /&gt;Binto berjalan terus menelusuri kota impian…… tiba tiba ia merasakan sesuatu yang tidak biasa terjadi di kota itu. Ia melihat sekeliling ternyata sepi sekali banyak orang–orang hanya duduk lesu dalam rumah, ia kemudian berfikir,” sebaiknya aku mengunjungi mereka, mengapa mereka seperti aku sedih lesu, tak bergairah…. Ehm… oh ya… aku harus mengunjungi mereka…harus” tekad Binto. &lt;br /&gt;Kunjungan perdana binto adalah pada keluarga zuhdi si penjahit sepatu yang zuhud. “ assalamu ‘alaikum” binto memberi salam pada keluarga zuhdi. “wa alaikum salam” jawab pak zuhdi dengan nada lemah, “kenapa pak zuhdi tidak seperti biasanya? Sibuk dengan sepatu-sepatumu ?”, “ nggak papa……..ah aku lagi malas bicara nih sebaiknya kamu duduk saja disisni sendiri atau pergi ketempat yang lain” binto kaget, ketus sekali jawaban pak zuhdi. Ah aku tempat lain saja ah …nah …itu rodhi sopir bus ….tapi kenapa ia juga berjalan menunduk hari ini wajahnya tidak ia tampakkan “ Assalamu’alaikum Rodhi kenapa kau hari ini tidak bekerja” “ Tanya aja kepada ahmad si tukang kayu” jawab Rodhi tak bersemangat.&lt;br /&gt;Lalu berjalanlah binto menuju rumah tukang kayu “ Assalamu’alaikum, Ahmad “ “ wa alaikum salam “ masuklah, siapa kamu kenapa kamu ada di sini bukankah tugasmu dilangit binto” “ aku bosan di langit ahmad aku ingin mencari pekerjaan lain disana aku sendiri tidak ada yang menemani…eh ahmad ..kenapa semua penduduk di kota ini semuanya lesu ?” “ Begini, biasanya setiap senin kota ini mengadakan acara minum kopi bersama dan yang bertugas mengambil kopi adalah kapten kapal sindibad , tapi…sampai sekarang kapten kapal itu belum juga datang” “ oh…..”  tiba –tiba dari luar terdengar ucapan salam “ wow…itu kapten sindibad datang...walaikum salam kapten…kenapa lama sekali tidak biasanya kapten terlambat mengantarkan kopi yang kita pesan” Tanya ahmad. “ Maafkan aku saudaraku ..aku tersesat…karena ada bintang kecil yang biasa aku pakai sebagai penunjuk arah ..tiba-tiba saja menghilang jadinya aku tersesat… Alhamdulillah aku bisa sampai ke kota ini dengan selamat..tidak tedampar di pulau es yang dingin hiiii ..” binto kaget ternyata bintang hilang yang dimaksud itu adalah dia kemudian ia berkata kepada keduanya “ bintang yang hilang itu adalah aku ..maafkan aku kalau aku membuatmu susah kapten Sindibad. Aku baru sadar sekarang kalau aku sebenarnya bermanfaat. Yah  terima kasih Allah, Engkau  telah menyadarkan aku .. Terimakasih kapten Sindibad kau juga yang telah menjadikan aku kembali bersemangat, kalau begitu aku segera pamit saja. Pasti sudah banyak kapal-kapal lain yang membutuhkanku  Jazakumullah…?” “ sama-sama, Binto” jawab Ahmad dan sindibad bersamaan.&lt;br /&gt;Akhirnya binto kembali ke langit dengan bahagia dia baru mengetahui kalau sebenarnya setiap yang di ciptakan oleh Tuhan  itu pasti bermanfaat. Binto tersenyum sambil berteriak  “ mari bersyukur , Binto”   Mas Anang.&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Nur Hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-5085120523314487812?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/5085120523314487812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/bersabarlah-binto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5085120523314487812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5085120523314487812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/bersabarlah-binto.html' title='Bersabarlah Binto'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-6112213163499800503</id><published>2010-01-27T19:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T19:16:16.767-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA UNTUK ANAK KITA'/><title type='text'>ANAKKU...PESANKU PADAMU</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kawan Hafney Maulana, Selasa 15-12-09 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, jika kau dewasa&lt;br /&gt;jangan berdiri di atas kesombongan&lt;br /&gt;karena dunia hanya selintas&lt;br /&gt;maka kau pun&lt;br /&gt;hanya melintas&lt;br /&gt;; tinggalkanlah dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, jika kau inginkan ilmu&lt;br /&gt;carilah duri&lt;br /&gt;jika kau inginkan harta&lt;br /&gt;maka dosa sejengkal darimu&lt;br /&gt;karena&lt;br /&gt;jika kau terikat dengan apa yang fana&lt;br /&gt;; maka penderitaan akan menyelimutimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, renungkan jalan itu&lt;br /&gt;maka masuklah&lt;br /&gt;dimana seribu orang alim&lt;br /&gt;mengikutmu&lt;br /&gt;jejakmu jadi mutiara&lt;br /&gt;yang memancarkan&lt;br /&gt;cahaya seribu cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau tersesat&lt;br /&gt;bakarlah semua yang kau miliki&lt;br /&gt;kumpulkan abunya&lt;br /&gt;dan duduklah di atasnya&lt;br /&gt;maka cari dan bacalah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-6112213163499800503?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/6112213163499800503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/anakkupesanku-padamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/6112213163499800503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/6112213163499800503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/anakkupesanku-padamu.html' title='ANAKKU...PESANKU PADAMU'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-8412157704310553429</id><published>2010-01-18T16:27:00.001-08:00</published><updated>2010-01-18T16:29:03.281-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>SYURA DALAM KEHIDUPAN KELUARGA</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ust. Dr. Yusuf Qorodhowi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berkeluarga, Islam mengajak kita untuk membina kehidupan keluarga atas dasar musyawarah dan saling ridha. Demikian itu sejak awal pembentukan terbinanya rumah tangga.&lt;br /&gt;Oleh karena itu nash-nash syari'at menolak adanya paksaan seorang ayah untuk menikahkan putrinya tanpa meminta pendapatnya, walaupun putrinya itu masih gadis. Sebaliknya Islam mewajibkan sebagaimana disebutkan dalam Taujih Nabawi agar anak wanita gadis itu dimintai izin, meskipun ia merasa malu, maka izinnya adalah diamnya, karena diam ketika ditawari sesuatu itu menunjukkan ridha dan menerima.&lt;br /&gt;Nabi SAW pernah menolak sebagian akad nikah yang telah terjadi, di samping karena bukan keinginan anak puteri, hukum syari'at tidak memperbolehkan kepada siapa pun untuk mempergunakan harta miliknya tanpa seizin dia. Apalagi masalah pernikahan yang itu menyangkut masa depan kehidupannya.&lt;br /&gt;Bahkan Sunnah mendorong para wali wanita untuk bermusyawarah dengan ibu anak wanita tersebut dalam masalah pernikahannya, yakni seorang suami bermusyawarah dengan istrinya ketika ingin menikahkan anak gadisnya. Dalam hal ini ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:&lt;br /&gt;"Bermusyawarahlah dengan kaum wanita (isteri-isterimu) dalam urusan anak-anaknya." (HR. Ahmad) &lt;br /&gt;Demikian itu karena ibu lebih tahu terhadap anak perempuannya daripada ayahnya, karena seorang ibu dan anaknya itu adalah sama-sama wanita sehingga lebih faham keinginan dan perasaannya, sementara anak wanita itu sering berterus terang kepada ibunya untuk mengungkapkan rahasianya, yang itu tidak diperoleh dari ayahnya.&lt;br /&gt;Setelah terbinanya rumah tangga maka wajib bagi suami isteri untuk saling memahami dan saling bermusyawarah dalam hal yang membawa kepentingan bersama, demikian juga untuk kepentingan anak-anaknya di masa depan.&lt;br /&gt;Di sini kita tidak boleh meremeh kan pendapat wanita, sebagaimana masyarakat pada umumnya. Karena banyak wanita yang pendapatnya lebih baik dan membawa berkah untuk keluarga dan kaumnya (masyarakatnya).&lt;br /&gt;Alangkah cemerlangnya pendapat Khadijah dan sikapnya pada awal turunnya wahyu, dan betapa peran Khadijah dalam memperkuat mentalitas Nabi SAW sampai beliau membawa pergi Rasulullah SAW kepada anak pamannya (sepupunya) yaitu Waraqah bin Naufal, semuanya demi menenangkan dan menggembirakan Nabi SAW Demikian juga pendapat Ummu Salamah ketika terjadi perdamaian Hudaibiyah (akan ada pembahasan tersendiri tentang masalah tersebut).&lt;br /&gt;Di antara ayat-ayat Al Qur'an yang menarik adalah menyebutkan pentingnya bermusyawarah dan saling ridha antara suami isteri, yaitu yang berkaitan dengan menyusui anak dan menyapihnya, meskipun setelah cerai di antara keduanya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknnya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan persusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf (baik). Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupanrya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduannya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya." (Al Baqarah: 233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-8412157704310553429?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/8412157704310553429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/syura-dalam-kehidupan-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8412157704310553429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8412157704310553429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/syura-dalam-kehidupan-keluarga.html' title='SYURA DALAM KEHIDUPAN KELUARGA'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-6791322613636647380</id><published>2010-01-17T06:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T11:13:48.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FIQH ANAK KITA'/><title type='text'>AQIQAH...PERLUKAH?</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background:#ffffcc"&gt;Bisa kita simpulkan bahwa jika seseorang berkemampuan untuk menyembelih 2 ekor kambing bagi 'Aqأqah anak laki-lakinya, maka sebaiknya ia melakukannya, namun jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk 'Aqأqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala. Wallأ¢hu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata 'Aqiqah berasal dari bahasa arab. Secara etimologi, ia berarti 'memutus'. 'Aqqa wi¢lidayhi, artinya jika ia memutus (tali silaturahmi) keduanya. Dalam istilah, 'Aqiqah berarti "menyembelih kambing pada hari ketujuh (dari kelahiran seorang bayi) sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Allah swt berupa kelahiran seorang anak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aqiqah merupakan salah satu hal yang disyariatkan dalam agama islam. Dalil-dalil yang menyatakan hal ini, di antaranya, adalah Hadits Rasulullah saw, "Setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya'?. Ada Hadits lain yang menyatakan, "Anak laki-laki ('Aqiqah-nya dengan 2 kambing) sedang anak perempuan ('Aqiqah-nya) dengan 1 ekor kambing'?. Status hukum 'Aqiqah adalah sunnah. Hal tersebut sesuai dengan pandangan mayoritas ulama, seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Imam Malik, dengan berdasarkan dalil di atas. Para ulama itu tidak sependapat dengan yang mengatakan wajib, dengan menyatakan bahwa seandainya 'Aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yang sangat diketahui oleh agama. Dan seandainya 'Aqiqah wajib, maka Rasulullah saw juga pasti telah menerangkan akan kewajiban tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri, juga Imam Laits, berpendapat bahwa hukum 'Aqiqah adalah wajib. Pendapat ini berdasarkan atas salah satu Hadits di atas, "Kullu ghuli¢min murtahanun bi 'aqiqatihi'? (setiap anak tertuntut dengan 'Aqiqah-nya), mereka berpendapat bahwa Hadits ini menunjukkan dalil wajibnya 'Aqiqah dan menafsirkan Hadits ini bahwa seorang anak tertahan syafaatnya bagi orang tuanya hingga ia di-'Aqiqah-i. Ada juga sebagian ulama yang mengingkari disyariatkannya (masyri»'iyyat) 'Aqiqah, tetapi pendapat ini tidak berdasar sama sekali. Dengan demikian, pendapat mayoritas ulama lebih utama untuk diterima karena dalil-dalilnya, bahwa 'Aqiqah adalah sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang ayah yang mampu hendaknya menghidupkan sunnah ini hingga ia mendapat pahala. Dengan syariat ini, ia dapat berpartisipasi dalam menyebarkan rasa cinta di masyarakat dengan mengundang para tetangga dalam walimah 'Aqiqah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kapan 'Aqiqah dilaksanakan, Rasulullah saw bersabda, "Seorang anak tertahan hingga ia di-'Aqiqah-i, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu'?. Hadits ini menerangkan kepada kita bahwa 'Aqiqah mendapatkan kesunnahan jika disembelih pada hari ketujuh. Sayyidah Aisyah ra dan Imam Ahmad berpendapat bahwa 'Aqiqah bisa disembelih pada hari ketujuh, atau hari keempat belas ataupun hari keduapuluh satu. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa sembelihan 'Aqiqah pada hari ketujuh hanya sekedar sunnah, jika 'Aqiqah disembelih pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya maka hal itu dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, jika seorang ayah mampu untuk menyembelih 'Aqiqah pada hari ketujuh, maka sebaiknya ia menyembelihnya pada hari tersebut. Namun, jika ia tidak mampu pada hari tersebut, maka boleh baginya untuk menyembelihnya pada waktu kapan saja. 'Aqiqah anak laki-laki berbeda dengan 'Aqiqah anak perempuan. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama, sesuai Hadits yang telah kami sampaikan di atas. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa 'Aqiqah anak laki-laki sama dengan 'Aqiqah anak perempuan, yaitu sama-sama 1 ekor kambing. Pendapat ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah saw meng-'Aqiqah- i Sayyidina Hasan dengan 1 ekor kambing, dan Sayyidina Husein '“keduanya adalah cucu beliau saw'” dengan 1 ekor kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita simpulkan bahwa jika seseorang berkemampuan untuk menyembelih 2 ekor kambing bagi 'Aqiqah anak laki-lakinya, maka sebaiknya ia melakukannya, namun jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk 'Aqiqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa agama Islam membedakan antara 'Aqiqah anak laki-laki dan anak perempuan, maka bisa kita jawab, bahwa seorang muslim, ia berserah diri sepenuhnya pada perintah Allah swt, meskipun ia tidak tahu hikmah akan perintah tersebut, karena akal manusia terbatas. Barangkali juga kita bisa mengambil hikmahnya yaitu untuk memperlihatkan kelebihan seorang laki-laki dari segi kekuatan jasmani, juga dari segi kepemimpinannya (qawwamah) dalam suatu rumah tangga. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyembelihan 'Aqiqah, banyak hal yang perlu diperhatikan, di antaranya, sebaiknya tidak mematahkan tulang dari sembelihan 'Aqiqah tersebut, dengan hikmah tafa'™ul (berharap) akan keselamatan tubuh dan anggota badan anak tersebut. 'Aqiqah sah jika memenuhi syarat seperti syarat hewan Qurban, yaitu tidak cacat dan memasuki usia yang telah disyaratkan oleh agama Islam. Seperti dalam definisi tersebut di atas, bahwa 'Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh semenjak kelahiran seorang anak, sebagai rasa syukur kepada Allah. Tetapi boleh juga mengganti kambing dengan unta ataupun sapi dengan syarat unta atau sapi tersebut hanya untuk satu anak saja, tidak seperti kurban yang mana dibolehkan untuk 7 orang. Tetapi, sebagian ulama berpendapat bahwa 'Aqiqah hanya boleh dengan menggunakan kambing saja, sesuai dalil-dalil yang datang dari Rasulullah saw. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan lain antara 'Aqiqah dengan Qurban, kalau daging Qurban dibagi-bagikan dalam keadaan mentah, sedangkan 'Aqiqah dibagi-bagikan dalam keadaan matang. Kita dapat mengambil hikmah syariat 'Aqiqah. Yakni, dengan 'Aqiqah, timbullah rasa kasih sayang di masyarakat karena mereka berkumpul dalam satu walimah sebagai tanda rasa syukur kepada Allah swt. Dengan 'Aqiqah pula, berarti bebaslah tali belenggu yang menghalangi seorang anak untuk memberikan syafaat pada orang tuanya. Dan lebih dari itu semua, bahwasanya 'Aqiqah adalah menjalankan syiar Islam. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi utama : Tarbiyatul Awlid, DR. Abdullah Nashih Ulwan.&lt;br /&gt;www.pesantrenvirtual.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-6791322613636647380?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/6791322613636647380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/aqiqahperlukah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/6791322613636647380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/6791322613636647380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/aqiqahperlukah.html' title='AQIQAH...PERLUKAH?'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-5025350309750858128</id><published>2010-01-17T06:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T06:07:25.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK SEHAT KITA'/><title type='text'>TIPS PIJAT BAYI</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tips Pijat Bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cimg1042Memijat adalah salah satu pengobatan alternatif yang sudah diakui keefektifannya untuk terapi penyakit tertentu atau sekedar menjaga kebugaran tubuh. Bukan hanya pada orang dewasa, terapi ini pun bisa dilakukan pada bayi. Tujuannya untuk meningkatkan status kesehatan bayi, meningkatkan rasa nyaman, serta meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan anak. Tapi perlu diingat, terapi ini hanya bisa dilakukan pada bayi yang usianya lebih dari 6 bulan, bayi tidak dalam keadaan diare dan ada selang waktu dengan jam makan atau tidak dalam keadaan kenyang. Berikut ini adalah persiapan dan cara pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan memijat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mencuci tangan dengan sabun&lt;br /&gt;    * Menggunakan pelumas baby oil atau semacamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pelaksanaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat muka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Letakan kedua telunjuk di dagu kemudian tarik kearah atas&lt;br /&gt;    * Letakan kedua telunjuk di dahi kemudian tarik ke pinggir. Ulangi 10x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Letakan kedua telapak tangan di dada bayi, kemudian putar seperti kupu-kupu.    &lt;br /&gt;    * Ulangi 10x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat perut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Letakan satu telapak tangan di perut menutupi pusar, putarkan setengah lingkaran. Ulangi 10x&lt;br /&gt;    * Ketuk perut dengan ujung telunjuk 3x. ulangi 10x&lt;br /&gt;    * Pijat perut dengan satu telapak tangan dari arah atas membentuk huruf I, L dan U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Letakan tangan di punggung bergantian dari tangan klanan lanjutkan oleh tangan kiri (selang-seling).&lt;br /&gt;    * Ulangi 10 x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat lengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tangan diurut kearah bawah dan atas&lt;br /&gt;    * Pijat tangan dengan arah menggulung dengan dua tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Urut kaki bayi kearah bawah dan atas&lt;br /&gt;    * Pijat kaki bayi dengan arah menggulung dengan dua tangan&lt;br /&gt;    * Pijat tulang kering bayi dengan jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endah Silawati,  parentingislami.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-5025350309750858128?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/5025350309750858128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/tips-pijat-bayi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5025350309750858128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5025350309750858128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/tips-pijat-bayi.html' title='TIPS PIJAT BAYI'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-8093552883175548223</id><published>2010-01-15T21:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T21:55:16.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>IBUNDA IMAM SYAFI'I (The Inspiring Mother)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibu Yang Mendidik Dengan Segala Kekurangan&lt;br /&gt;Imam  Syafi'i yang dilahirkan pada tahun 150 H di Jalur Gaza, Palestina terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Saat lahir, ayahnya telah meninggal. Tinggal sang ibu yang hidup dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;Tetapi miskin harta tidak pernah membuatnya miskin orientasi hidup, orientasi pendidikan dan miskin semangat. Karena ini yang sering kita jumpai. Orangtua yang miskin harta, mewariskan semangat dan orientasi yang juga miskin. Sehingga lahirnya anak-anak miskin yang semakin sulit untuk keluar dari kemiskinannya karena semangat dan orientasinya sudah hampir mati.&lt;br /&gt;Tidak untuk ibunda Imam Syafi'i. Bahkan walau telah ditinggal meninggal mati suaminya, tidak pernah ada kata: seperti burung yang patah sebelah sayapnya. Dia tetap tegar. Dalam sebuah tekad menjaga amanah yang ditinggalkan suaminya. Tidak ada amanah harta. Tetapi ada amanah anak.&lt;br /&gt;Ibunya yang miskin itu, mulai menyusun rencanya. Berikut rencananya.&lt;br /&gt;1.    Harus segera pindah ke Mekah untuk menyambung nasab Quraisy Syafi'i kecil.&lt;br /&gt;2.    Harus belajar bahasa Arab yang baik dari suku yang dikenal paling fasih dan baik berbahasa Arab.&lt;br /&gt;3.    Harus duduk belajar dengan para ulama di Masjidil Haram Mekah.&lt;br /&gt;4.    Harus belajar dari para ulama di luar Mekah terutamanya Madinah.&lt;br /&gt;Itulah yang bisa terbaca dari sejarah dari langkah yang direncakan oleh ibunda Syafi'i kecil. Maka dari usia 2 tahun, ibunda Syafi'i memboyong Syafi'i keluar dari negerinya. Ditinggalkan semua kenangan negeri itu untuk kebesaran anaknya di kemudian hari. Tujuannya ke Mekah. Syafi'i dipertemukan dengan keluarga Quraisy yang merupakan nasab ayahnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya Syafi'i belajar bahasa di Suku Hudzail yang memang dikenal paling fasih. Sehingga kelak Imam Syafi'i tidak saja dikenal sebagai ahli fikih tetapi juga sebagai ahli sastra terbukti dengan kumpulan puisi gubahannya.&lt;br /&gt;Kemudian ia sudah menghapal al-Qur'an sejak usia 7 tahun di tangan para ulama besar Mekah. Sekaligus mulai belajar berbagai ilmu. Bgitulah hingga ia berangkat untuk melanjutkan perjalanan ilmunya di Madinah berguru kepada guru besar Madinah Imam Malik.&lt;br /&gt;Begitulah ibunda yang telah melahirkan seorang imam besar yang dikenang hingga hari akhir.www.cahayasirah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-8093552883175548223?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/8093552883175548223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/ibunda-imam-syafii-inspiring-mother.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8093552883175548223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8093552883175548223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/ibunda-imam-syafii-inspiring-mother.html' title='IBUNDA IMAM SYAFI&apos;I (The Inspiring Mother)'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-5480927589997558994</id><published>2010-01-15T21:40:00.001-08:00</published><updated>2010-01-15T21:40:41.648-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>KABEL dan LAMPU</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"SAYANG, ayo kita shalat. Tuh dengar adzan telah berbunyi," ujar seorang ibu kepada anaknya yang tengah asyik nonton televisi. "Sebentar lagi dong, ini lagi seru-serunya," jawab sang anak. Ibu itu kemudian mendekat, "Sayang, tidak baik menunda-nunda shalat. Ini kan haknya Allah. Ayo matikan tivinya!" "Iya deh," jawab sang anak sambil beranjak dari tempat duduk. Ia terlihat sangat kecewa karena harus meninggalkan televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di kamar mandi, si anak terus menggerutu. "Ah..Ibu, tiap hari menggangu saja. Lagi enak-enaknya nonton disuruh shalat. Lagi seneng- senengnya main disuruh shalat. Lagi nyeyak tidur disuruh shalat. Harus baca Quran lah. Harus ikut pengajian lah. Harus ini … harus itu …! Bikin pusiiiing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;SELEPAS shalat berjamaah, anak itu bertanya dengan nada protes. "Bu, kenapa sih kita harus shalat, harus puasa, harus baca Al-Quran, dan harus belajar? Bukankah itu mengganggu kesenangan kita? Lagi pula, menurut saya, semua itu tidak ada gunanya, tidak mendatangkan hasil." Si Ibu sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Ia pun terdiam beberapa saat. Ada sedikit kemarahan yang muncul dalam hatinya. Tapi ia segera sadar bahwa yang bertanya adalah anak kecil, yang belum tahu apa-apa selain main dan bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ibu beranjak mengambil sebuah lampu yang menempel di dinding kamar anaknya. Sesaat kemudian ia berkata, "Anakku sayang, kamu lihat lampu ini. Ia begitu indah. Bentuknya lonjong dengan dindingnya terbuat dari kaca yang bening. Tiap malam engkau bisa belajar, mengerjakan PR, dan nonton televisi, salah satu sebabnya karena diterangi lampu ini." "Sayang, tahukah kamu mengapa lampu ini bias menyala?" lanjut si Ibu. "Ya, karena ada energi listrik yang berubah jadi cahaya," jawab sang&lt;br /&gt;anak. "Benar sekali jawabanmu. Lalu apa yang menyambungkan lampu ini dengan sumber listrik tadi?" tanya si ibu lebih lanjut. Sang anak pun menjawab dengan pasti, "Yang menyambungkan lampu dan sumber listrik adalah kabel." "Pintar sekali kamu," timpal si Ibu memuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, sekarang kamu pasti tahu, bila tidak ada kabel pasti lampu ini tidak akan nyala dan kamar ini pasti gelap. Bila demikian, ia tidak akan ada manfaatnya lagi, dan kamu tidak bisa belajar dan nonton tivi." Sang Anak belum paham mengapa ibunya menceritakan lampu itu kepadanya. "Apa maksud Ibu?" tanyanya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu kembali berkata, "Anakku sayang, Allah itu sumber cahaya dalam hidup. Kita adalah lampunya. Ibadah yang kita lakukan menjadi kabel atau tali penghubungnya. Ibadah dapat menghubungkan antara Allah dengan manusia, tepatnya antara Allah dengan kita. Bila tidak mau beribadah, hidup kita akan gelap. Kita akan tersesat dan takkan berguna sedikit pun, seperti tak bergunanya lampu yang tak bercahaya." Ibu itu melanjutkan, "Jadi, shalat, bersedekah, membaca Al-Quran, ataupun belajar adalah kabel yang akan menghubungkan kita dengan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar semua itu, sang anak tampak tertegun. Dalam hatinya timbul penyesalan akan sikapnya yang selalu menganggap remeh ibadah. Ia pun berkata, "Kalau begitu aku tidak akan meninggalkan shalat lagi dan akan membaca Al-Quran tanpa harus disuruh. Bu, maafkan saya ya!"&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;Penulis - Tidak Diketahui&lt;br /&gt;Sumber  - Tidak Diketahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-5480927589997558994?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/5480927589997558994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/kabel-dan-lampu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5480927589997558994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5480927589997558994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/kabel-dan-lampu.html' title='KABEL dan LAMPU'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-866655692762793216</id><published>2010-01-15T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T15:11:32.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>MENDONGENG UNTUK AKHLAQ SANG BUAH HATI</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah amanah Allah yang tidak ternilai harganya. Sebelum ada mereka, setiap orang tua sangat menantikan kedatangannya. Ada yang diberi oleh Allah dengan cepat, ada juga yang harus menanti bertahun-tahun baru dikaruniai keturunan. Ketika mereka mulai hadir di dalam rahim ibunya, semua turut berbahagia. Walaupun dirasa berat sewaktu mengandungnya, namun mereka tetap bergembira dan tetap menjaganya, supaya aman sampai masa persalinan tiba. Akhirnya lahirlah sang buah hati dengan selamat sentausa. &lt;br /&gt;Sang buah hati telah lahir ke dunia dengan selamat. Namun tidak semua orang tua tahu apa yang harus dilakukannya, sebagai penerima amanah suci ini. Ada yang memanjakannya, ada yang kasar padanya,  ada pula yang memang sudah tidak mengharapkan kehadirannya ke dunia. Dan Sang anakpun banyak yang belum memahami, bahwa kelak merakalah yang menjadi harapan orang tuanya, yang membanggakan ibu bapaknya, menjadi penyejuk mata bagi keluarga dan lingkungannya. Dan bukan sebaliknya. Kedatangannya membawa laknat. Kehadirannya selalu meresahkan. Kata-katanya menjadi racun yang mematikan. &lt;br /&gt;Kita sebagai orang tua seharusnya sangat paham, bahwa mereka tidak akan hidup sendirian dalam kungkungan orang tuanya. Ada lingkungan yang siap mewarnai perilakunya. Kadang mereka bersahabat dan berbanding lurus dengan harapan kita, namun disisi lain ada sekelompok masyarakat yang telah siap untuk merusak masa depan buah hati kita. Kalau melihat dari sisi ini, kelihatan sangat berat tugas kita. Mungkin kita harus menyiapkan seperangkat rencana untuk mereka, supaya ketika besar kelak, mereka mampu berdiri kokoh dan menatap dunia yang keras ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembanggan teknologi telah merambah keseluruh lini kehidupan. Dan kondisi ini, tidak dapat dipungkiri sedikit banyak turut mempengaruhi proses tumbuhkembangnya buah hati kita. Ambil contoh yang paling dekat dan dengan setia menemani kita, yaitu media televisi. Ia hadir disetiap rumah, perkantoran, dipusat-pusat perbelanjaan bahkan di pos ronda sekalipun. Padahal untuk masa sekarang ini kehadirannya lebih banyak memberikan kemudharatan daripada kemanfaatan. Banyak hal yang bisa terekam dengan indah dalam memori Sang buah hati, kekerasan, pelecehan, sikap hidup konsumtif dll. &lt;br /&gt;Ada kisah menarik yang dituturkan oleh teman saya ini, dia adalah seorang penulis buku seputar ibu dan anak. Sebut saja namanya Aziza. Dia bercerita tentang kedua buah hatinya, yang besar namanya Dinda berusia sekitar 5 tahun dan yang kecil Dihaz masih satu tahunan. Suatu hari Dinda melihat Dihaz sedang bermain di atas tempat tidu. Dinda menghampiri adiknya, mengambil sebuah bantal dan tiba-tiba di sekapkan ke muka adiknya. Si kecil Dihaz meronta-ronta. Alhamdulillah Aziza, sang ibu mengetahui kejadian tersebut dan segera menarik bantal yang menutupi kepala Dihaz dan mengajak Dinda untuk bermain  yang lain. Ketika semua sudah reda, ibu dua anak ini mencoba bertanya kepada Dinda dengan penuh kehati-hatian, ”Kakak kenapa melakukan ini kepada adik ?”. Dinda dengan tanpa merasa bersalah menjawab, ” Itu lho Ma ...kemarin aku lihat film kartun, tikusnya lucu banget, tapi tiba-tiba mukanya disekap pakai bantal sama Si kucing, eh...malah kucingnya yang kalah”. Jawaban polos dan tak beraturan itu membuat Aziza menitikkan air mata, ternyata aku masih teledor  juga. Sekarang takkan ku biarkan aktivitas mereka terlepas dari pandanganku. Ya Rabb, Ampuni hambaMu yang kurang amanah ini. Astaghfirullaah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan di atas tidak hanya terjadi pada keluarga Aziza saja, namun banyak kasus bahkan sampai menelan korban jiwa hanya karena meniru tokoh idola seperti kisah ada seorang anak yang terjun dari lantai tiga dan masih banyak lagi kasus lainnya. &lt;br /&gt;Kembali pada kisah Aziza dan kedua buah hatinya. Selepas kejadian itu, Aziza selalu memasang dan mencabut antena  tivinya sesuai dengan keperluan dan ia juga sering hunting ke beberapa toko buku untuk memilihkan buku – buku cerita bagi sang buah hati. Kalau kondisi sedang longgar, ia membacakannya sambil menyelipkan makna apa yang terkandung di dalam buku itu. Dan alhamdulillah ada perubahan yang tampak dari kedua buah hatinya tersebut.&lt;br /&gt;Bercerita memang kelihatannya sepele, dan banyak orang tua yang lebih memilih mendudukkan putra dan putrinya di depan TV, supaya bisa ditinggal berkativitas. Memberikan dot kepadanya, kemudian tidur  dan terlelaplah sang anak dengan mimpi film  yang baru saja dilihatnya.&lt;br /&gt;Hal itu terjadi, barang kali bukan karena orang tua yang tidak bisa bercerita, melainkan karena mereka lebih memilih pekerjaan lainnya. Atau kondisi sedang capek karena habis bekerja, lalu segera ingin beristirahat dan tidak mau di ganggu, pasalnya supaya esok hari bisa lebih pagi bekerjanya.&lt;br /&gt;Mereka tidak tahu bahwa menceritakan kisah-kisah hikmah, kisah empatik atau kisah yang bisa membentuk pribadi kepada anaknya sebelum tidur itu, akan cepat masuk ke otak bawah sadarnya, dimana 88 persennya sangat mempengaruhi perilaku anak (Wahyu Eko P, 2008). Atau mereka juga tidak merasa bahwa ayah, ibu atau guru yang sering bercerita apalagi dengan selingan humor-humor kecil dan segar itu akan menambah kedekatan antar mereka. &lt;br /&gt;Sejak saat ini, marilah kita biasakan untuk bercerita kepada anak-anak kita sebagai salah satu langkah untuk membekali mereka dengan kepribadian yang baik, supaya mantap untuk melepasnya ke dunia nyata. (Mas Anang ) Sumber:Majalah Nur Hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-866655692762793216?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/866655692762793216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/mendongeng-untuk-akhlaq-sang-buah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/866655692762793216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/866655692762793216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/mendongeng-untuk-akhlaq-sang-buah-hati.html' title='MENDONGENG UNTUK AKHLAQ SANG BUAH HATI'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-8543681562795349527</id><published>2010-01-13T18:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T18:16:56.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>NABI JUGA SAYANG ANAK</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penting pula bagi umat muslim untuk mendidik anak-anaknya sesuai dengan yang dicontohkan teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkenal sangat menyayangi anak-anak. Beliau sungguh memiliki kasih sayang yang tak terkira bagi anak-anaknya. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang Nabi Muhammad saw tidak terbatas pada anak-anaknya saja, namun jga kepada seluruh anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umais Radhuyallahu ‘anhu (istri Ja’far bin Abi Thalib) pernah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR. Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetes menangisi gugurnya para syuhada tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Wahai Rasulullah, Anda menangis?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ini adalah rasa kasih sayang yang Allah Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terlihat dari sikapnya pada setiap anak-anak yang ditemuinya. Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata: “Demikianlah yang dilakukan Rasulullah saw.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah marah, memukul, membentak, dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Rhadiyallahu ‘anhu ia berkata: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga dibawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memercikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR. Al-Bukhari). Sungguh suatu hal yang sangat terpuji yang patut kita tiru untuk anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga senang bercanda dengan anak-anak. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menuturkan: “Rasulullah sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhu, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya:  Zainab kecil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu perhatian dan sayangnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anak-anak. Bahkan beliau rela menggendong putrinya sambil sholat. Beliau sholat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengajarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang memang hal utama yang harus dimiliki setiap orang. Anak-anak pun sangat membutuhkan kasih sayang, baik dari orangtuanya maupun dari orang lain. Sikap-sikap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas patut ditiru oleh para orangtua dalam membesarkan anak-anaknya. Perilaku anak sangat tergantung dari contoh dan teladan orangtuanya. Oleh karena itu, hanya akhlak dan budi pekerti yang luhurlah yang akan menjadikan masa depan anak sesuai dengan yang kita dambakan.&lt;br /&gt;sumber :cahya islam .wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-8543681562795349527?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/8543681562795349527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/nabi-juga-sayang-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8543681562795349527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/8543681562795349527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/nabi-juga-sayang-anak.html' title='NABI JUGA SAYANG ANAK'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-4664090983544157024</id><published>2010-01-13T17:09:00.001-08:00</published><updated>2010-01-13T17:09:57.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA ANAK KITA'/><title type='text'>CICI KUCING YANG MALAS</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di hutan Thayyibah, ada dua ekor kucing bersaudara, yang satu berwarna putih bersih bernama kuci, yang lainnya berbulu belang bernama Cici, sifat mereka sangat berlainan kuci adalah sekor kucing yang rajin, suka menolong dan selalu mendahulukan yang lain. Berbeda dengan Cici belang, ketus, malas dan selalu memanfaatkan kuci untuk mendapatkan keinginannnya&lt;br /&gt; Suatu hari kuci pergi ke sungai, kuci ingin mencari ikan untuk makannya hari itu. Setibanyanya di sungai ia melihat kekanan dan ke kiri. Ia memperhatikan sungai itudengan teliti. Ketika ia menengok ke arah kanan, di sela-sela batu, tampak dua ekor ikan berenang-renang dengan gembira. “ Alhamdulillaah” ungkapnya dalam hati. Tanpa babibu kuci langsung melompat-lompat diantara bebatuan sungai itu. Hati-hati namun pasti. Sampai di dekat batu yang ada ikannya kuci berhenti. Ia mengendap-endap agar ikan tersebut tidak mengetahui langkahnya. Setelah di perkirakan ia dapat menangkap ikan tersebut. Kuci segera melompat dan mencakarkan kedua kaki depannya ke tubuh dua ekor ikan yang sedang asyik menikmati jernihnya air sungai itu. Sang ikan tak bisa banyak bergerak. Gerakan cakar kucing itu terlalu cepat. Sehingga mereka tak sempat berlari. Dan tertangkaplah dua ekor ikan itu sekaligus. Alhamdulillaah … kuci memuji nama Allah kedua kalinya sebagai tanda syukur.&lt;br /&gt; Dia merapat ke tepi sungai membawa dua ekor ikan tangkapannya, ia tampak senang sekali. “ Alhamdulillaah, aku dapat makanan hari ini, bisa buat berdua dengan cici, dia pasti senang” Kuci merasa senang bisa berbagi bersama cici saudaranya. &lt;br /&gt; Tak lama kemudian tibalah ia di rumahnya, rumahnya tak jauh dari sungai itu. Segera ia masuk dan melihat cici sedang enak-enak tidur. Didekatinya saudaranya itu dan di bangunkannya dengan hati-hati. “Ci, bangun… ayo kita makan dulu, aku membawa dua ekor ikan segar dari sungai.” Cici sebenarnya mendengar tapi ia masih pura-pura tidur. “ Ci…ayo makan nanti kamu lapar lho” kuci membangunkan sekali lagi. “  akhirnya Cicipun bangun tapi wajahnya geram dan berkacak pinggang “ Kuci, aka kamu tidak tahu, aku sedang istirahat. Mengganggu saja kerjamu. Bawa ikan kecil-kecil saja  sampai membangunkan aku”  “ Cici… kamu kenapa sikapmu begitu. Akau kan hanya membantumu”  “membantu…. Aku tak butuh bantuanmu.. taruh ikan itu dank au pergi sana dan jangan pernah kembali….”  Kuci kaget bercampur sedih melihat kelakuan saudaranya. “ Baik aku akan pergi. Assalamu’alaikum” Kuci pamit. Ia ingin memberi pelajaran pada saudaranya itu bahwa kalu ingin hidup harus mempunyai sifat baik dan rajin bekerja. &lt;br /&gt; Dihari saat cici di tinggalkan kuci, cici masih senang karena dua ekor ikan yang seharusnya untuk berdua, bias ia makan sendiri. Hari kedua ia tidak melihat lagi kuci membawa ikan untuknya. Ia mulai lapar dan bingung. “Aku harus mencari ikan kemana?” akhirnya ia pergi ke sungai. Suangai itu luas dan ia tidak melihat ada ikan. Tak lama kemudian iamelirik kekiri dan ada seekor ikan kecil sedang berenang-renang. Ia gembira sekali. Ia segera melompat dan menangkap ikan ituapa yang terjadi? Ikan itu tidak tertangkap dan Cici tercebur ke sungai. Cici gelagepan. Ia tak bias berenang. Lalu berteriak-teriak minta tolong, ” tolong…….Toloooongng......”  lalu muncullah Kuci saudaranya menolongnya. Akhirnya cici selamat. Ia malu sekali kepada kuci.  Kuci baik sekali, padahal ia selalu jahat kepadanya. ” aaku minta ma..af kuci..ternyata kamu lah yang selama ini membantuku. Aku yang salah. Mulai hari ini aku akan berusaha menjadi rajin. ” kata cici  penuh penyesalan. ”Ya sudah, tidak apa-apa, sekarang ayo aku ajari mencari ikan ” ” Yuuk ...” Kuci dan cicipun  mencari ikan bersama-sama. MAS ANANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-4664090983544157024?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/4664090983544157024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/cici-kucing-yang-malas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/4664090983544157024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/4664090983544157024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/cici-kucing-yang-malas.html' title='CICI KUCING YANG MALAS'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-3107571177865620878</id><published>2010-01-13T16:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T16:58:16.190-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANAK SEHAT KITA'/><title type='text'>STOP ARISAN FLU</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Influensa (flu) dan common colds (pilek) disebabkan oleh infeksi virus. Yang membedakan antara keduanya adalah gejalanya. Gejala flu lebih hebat ketimbang gejala pilek, seperti demam yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penyebabnya infeksi virus, penanganannya adalah dengan melakukan observasi, memberikan asupan cairan yang lebih banyak daripada biasanya, dan memberikan parasetamol jika disertai demam tinggi atau anak rewel. Dalam dunia medis, tak ada obat batuk dan pilek untuk bayi dan anak kecil. Risikonya lebih besar (bahkan bisa fatal) dibanding manfaatnya. Maka di negara maju, obat batuk pilek sudah dilarang buat bayi dan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa browsing di FDA (Food and Drugs Administration) dengan kata kunci "colds". Tentunya ini juga berlaku untuk puyer-puyer batuk pilek pada resep dokter. Bukankah isinya mirip dengan obat batuk pilek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ’obat’ infeksi virus pilek dan flu adalah daya tahan tubuh dan waktu. Umumnya infeksi ringan, sehingga jangan cemas berlebihan. Justru Anda harus cemas dengan obat-obatan yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara menghentikan penularan virus dalam rumah? Pertama, cuci tangan dengan benar (silakan intip web CDC atau Centrals for Disease Control). Kedua, semua orang dewasa yang tengah sakit harap memakai masker dengan benar. Ketiga, buang tisu bekas ingus ke tempat sampah yang tertutup. Lalu, Air Susu Ibu atau ASI (apalagi ASI eksklusif) terbukti berhasil menurunkan angka infeksi pada bayi dan anak kecil, yaitu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), diare, serta infeksi telinga. Juga, anak ASI punya kekebalan yang lebih dibanding anak yang minum susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, kebanyakan kegagalan ASI eksklusif di Indonesia karena kurangnya dukungan bagi para ibu. Catatan: Pemberian ASI bisa dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. **(Parenting Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-3107571177865620878?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/3107571177865620878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/stop-arisan-flu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/3107571177865620878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/3107571177865620878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/stop-arisan-flu.html' title='STOP ARISAN FLU'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-6990280364702983015</id><published>2010-01-12T18:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T18:33:32.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>ORANG TUA SEPERTI APA KITA</title><content type='html'>Kondisi ketidakpatutan dalam memperlakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan -"miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gourmet Parents - (ORTU BORJU) :&lt;br /&gt;Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka "superkids" merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknva baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah dimana banyak kelompok orangtua "gourmet" atau- kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;College Degree Parents - (ORTU INTELEK) :&lt;br /&gt;Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu membuat majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikular lainnya.&lt;br /&gt;Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka "Superkids", Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius sebagai buku bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gold Medal Parents - (ORTU SELEBRITIS) :&lt;br /&gt;Kelompok ini adalah kelompok orangtua Yang menginginkan anak-anaknya menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini lagi marak di Indonesia. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi "seorang Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi "Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none abang cilik kelika anak-anak mereka masih berusia TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang puluhan anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta.Anak--anak mulai resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara mata kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan keluar sebagai pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas kertas.Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya menjadi pasien doktcr jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Mei lalu kita sasikan di TV bagaimana bintang cilik "Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya. Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya.Joshua ketika berumur kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang "superkid" --seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do-it Yourself Parents :&lt;br /&gt;Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat ibadah., di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi untuk menjadikan anak-anaknya "Superkids"--“earlier is better". Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outward Bound Parents - (ORTU PARANOID) :&lt;br /&gt;Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka Iebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat-tempat tawuran yang berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids" Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini. Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi "steril"&lt;br /&gt;dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prodigy Parents - (ORTU INSTANT) :&lt;br /&gt;Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Merceka cukup berada, namun tidak berpendidikan yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya. 'Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman, atau "Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika" karangan Siegfried, "Berikan Anakmu pemikiran cemerlang" karangan Therese Engelmann, dan "Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 6 Hari" karangan Sidney Ledson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encounter Group Parents - (ORTU NGERUMPI) :&lt;br /&gt;Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya. Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-anak dengan berbagai perilaku "gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya. Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milk and Cookies Parents - (ORTU IDEAL) :&lt;br /&gt;Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan. Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan "miseducation" dalam merawat dan mengasuh anak-anaknva. Mereka memberikan lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah yang menyebabkan. Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar. Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka bcgitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya. (Dewi utama Faizah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-6990280364702983015?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/6990280364702983015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/orang-tua-seperti-apa-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/6990280364702983015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/6990280364702983015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/orang-tua-seperti-apa-kita.html' title='ORANG TUA SEPERTI APA KITA'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-1289128017701334391</id><published>2010-01-12T18:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T18:21:13.009-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FIQH ANAK KITA'/><title type='text'>ADAB MAKAN &amp; MINUM</title><content type='html'>Adab Makan Dan Minum Seorang muslim ketika makan dan minum bertujuan untuk memelihara kesehatan badannya agar bisa melak-sanakan ibadah kepada Allah Ta'ala. Dengan ibadah tersebut dia akan mendapatkan kemuliaan dan kesenangan di akhirat. Karenanya seorang muslim tidak seharusnya makan dan minum semata karena hawa nafsu. Orang muslim menghadapi hidangan dengan rasa syukur dan taqwa, lalu makan dan minum sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , yaitu sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*A. Adab sebelum makan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makan dan minum dari yang halal dan baik, menghindarkan dari yang haram dan meragukan. Allah berfirman: /"Hai orang-orang yang beriman, makanlah olehmu dari (sesuatu) yang baik yang Kami anugerahkan padamu."/ (Al-Baqarah: 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makan dan minum dengan niat untuk menguatkan diri dalam beribadah kepada Allah, agar mendapatkan pahala atas apa yang dimakan dan diminumnya. Karena, sesuatu yang mubah apabila diniati baik maka akan menjadi sebuah ketaatan yang menghasilkan pahala bagi seorang muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mencuci tangan sebelum makan apabila ada kotoran di tangannya atau masih belum yakin dengan kebesihan tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Meletakkan makanan di atas sufrah (alas) tempat makanan dan ditelakkan di atas lantai atau tanah, tidak di atas meja makan. Ini lebih mendekatkan kepada sikap merendahkan hati (tawadhu') di dalam menerima nikmat Allah, sebagaimana Anas radhiallahu anhu menjelaskan: /"Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak makan di atas meja dan tidak pula di mangkok."/ (HR. Al-Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Duduk dengan sopan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam : /"Aku tidak makan dengan bertelekan/bersandar, sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan dan aku duduk sebagaimana seorang hamba duduk."/ (HR. Al-Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Meridhai makanan yang ada, tidak mencaci dan mencela makanan. Apabila menyukainya dimakan, dan apabila tidak ditinggalkan. Abu Hurairah radhiallahu anhu menjelaskan: /"Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak pernah mencela makanan, apabila beliau menyukainya ingin beliau memakannya, jika tidak suka , beliau meninggalkannya."/ (HR. Al-Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makan bersama-sama, dengan tamu atau dengan isteri dan anaknya, atau dengan pembantunya. Dalam sebuah riwayat: /"Berkumpullan kamu sekalian dalam makananmu, niscaya diberkahi kamu sekalian di dalamnya."/ (Abu Daud dan At-Tirmidzi, dengan sa-nad hasan karena banyak syahid-nya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*B. Adab di saat bersantap*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memulai makan atau minum dengan mengucapkan basmalah, sesuai sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam : /"Apabila salah satu di antara kamu akan makan, maka sebutlah nama Allah Ta'ala. Apabila ia lupa menyebut nama Allah Ta'ala (di permulaannya), maka sebutlah nama Allah dengan meng-ucapkan, 'Bismillahi awwalahu wa akhirahu'."/ (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia katakan hasan shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengakhiri makan dengan meng-ucapkan alhamdulillah, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mengajarkannya: /"Barangsiapa yang selesai makan mengucapkan, 'Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) yang telah memberi makan kepadaku, dan telah memberiku rizki dengan tanpa adanya kemampuan dan kekuatan dariku', maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."/ (HR. At-Tirmidzi, ia katakan hasan shahih). Atau membaca doa-doa lain yang pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dalam sunnah-sunnahnya yang shahih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, dan memakan yang paling dekat dengannya, tidak dari tengah piring, sebagaimnana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam kepada Amr bin Salamah: "Hai bocah, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di dekatmu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain Rasulllah shallallahu alaihi wasalam bersabda: "Berkah itu turun di tengah makanan, maka makanlah kamu sekalian dari pinggirnya dan janganlah kalian makan dari tengahnya." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia katakan hasan shahih). Termasuk sunnah Rasul shallallahu alaihi wasalam , yaitu makan dengan jari, bila memungkinkan makanan itu dimakan dengan tiga jari, apabila tidak mungkin karena termasuk makanan yang berair boleh dimakan dengan mamakai sendok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apabila makanan yang ia makan terjatuh, sebaiknya diambil dan dibersihkan dari &lt;br /&gt;kotoran, lalu dimakan setelah bersih. Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: /"Apabila sepotong makananmu jatuh, maka ambillah dan bersihkanlah apabila ada bagian yang kotor, kemudian makanlah (setelah bersih), jangan membiarkan makanan itu diambil oleh syaitan."/ (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengunyah dengan baik dan menjilat jari tangannya dari bekas makanan. Telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , dari Ka'ab radhiallahu anhu , ia berkata: /"Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam makan dengan menggunakan tiga jari dan tatkala selesai beliau menjilat ketiga jarinya itu."/(HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menghindari makan terlalu kenyang, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam : /"Tidaklah anak Adam memenuhi suatu bejana yang lebih buruk daripada memenuhi perutnya. Cukuplah bagi anak Adam dengan beberapa suap untuk menopang punggungnya. Apabila tidak bisa, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas."/ (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i, hasan shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidak meniup/bernafas di dalam makanan yang panas, tidak memakannya kecuali makanan itu telah dingin, dan tidak bernafas di dalam tempat minum, namun bernafas di luarnya tiga kali. Anas menjelaskan, /"bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bernafas tiga kali di saat beliau minum"./ Dalam riwayat lain dijelaskan, dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma , ia berkata: / "Bahwasanya Rasulullah melarang bernafas di dalam tempat minum atau meniup di dalamnya."/ (HR. At-Tirmidzi dan Al-Bukhari dengan lafazh lain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidak minum dengan sekaligus habis. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma , Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: /"Kalian jangan minum (segelas dihabiskan) sekaligus seperti unta, tetapi minumlah dua atau tiga kali, dan sebelumnya hendaklah membaca basmalah, kemudian sesudahnya membaca alhamdulillah."/ (HR. At-Tirmidzi dan ia katakan, hasan shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidak minum langsung dari mulut teko/poci (makruh hukumnya). Dari Abu Hurairah radiallahuanhu, ia berkata: /"Rasulullah melarang seseorang minum dari mulut tempat minuman atau teko."/ (HR. Al-Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Itulah di antara adab-adab makan dan minum yang bisa kita laksanakan sebagai wujud dari kecintaan kita kepada sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasalam . */(Miftahur Rohman)./&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* /Sumber: Kitab Minhajul Muslim dan Riyadhus Shalihin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-1289128017701334391?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/1289128017701334391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/adab-makan-dan-minum-seorang-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/1289128017701334391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/1289128017701334391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/adab-makan-dan-minum-seorang-muslim.html' title='ADAB MAKAN &amp; MINUM'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-7008749224422966780</id><published>2010-01-12T17:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T17:39:02.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CERITA ANAK KITA'/><title type='text'>BUKMIN SI KECIL YANG BAIK HATI</title><content type='html'>Hai Bukmin, lihat badanmu! Kecil dan jelek pakaianmu saja tidak warna-warni…bagaimana kau akan di beli orang….. jangankan di lihat di pegang saja kau tidak mungkin,ha…ha…” Umpat bukman kepada bukmin, sebuah buku kecil, dengan sampul muka yang tidak terlalu bagus, namun sebenarnya bukmin ini kaya akan pengetahuan, tapi kebanyakan orang hanya suka melihat sampul luarnya saja, tidak mau melihat isinya dulu, sehingga membuat bukmin jarang sekali di sentuh oleh orang yang datang ke buku laris itu. Berbeda dengan bukman, bentuknya besar, sampul mukanya juga warna-warni sehingga bukman selalu menarik perhatian orang yang melihatnya membuka namun ketika membuka banyak orang yang tidak jadi membeli, mungkin karena isinya kurang lengkap. Setiap hari hanya mengejek saja yang di kerjakan oleh bukman, karena dia merasa paling di senangi oleh semua orang, dan bukmin selalu diam, paling-paling dia hanya menjawab “bukman kita berada disini sudah lama, seharusnya kita berteman bukannya bermusuhan” “berteman, hih, siapa yang mau berteman denganmu buku jelek” jawab bukman dengan nada ketus. Namun bukmin hanya diam dan menganggap bahwa temannya belum mengerti bagamana hidup bertetangga, bukmin tetap sabar menunggu sampai ia dibeli oleh orang yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Toko buku Laris adalah toko yang paling besar dan paling lengkap di Solo, semua orang kalau ingin mencari buku, tujuan pertamanya dalah toko Laris, seperti hari- hari biasa banyak pengunjung disana, ada seorang anak bernama Zahid sedang sibuk mencari buku yang bisa membantunya untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, “Hid…buku ini bagus lho isinya, mulai dari nama Negara, sampai hasil-hasil bumi semua ada disini Hid, bagaimana beli yang ini saja ya?” Tanya ibu sambil membuka-buka isi buku yang ternyata adalah bukmin. “Ogah bu, lihat ini lebih bagus besar dan bagus depannya saja warna-warni pasti isinya bagus bu…aku pilih yang ini saja.” jawab Zahid sambil menunjukkan bukman kepada ibunya. Ibunya membuka sebentar sambil berkata, “ini kurang lengkap Nak, hanya warnanya saja yang bagus, yang kecil itu malah bagus menurut ibu.” “Nggak…aku nggak mau yang kecil, aku mau yang besar saja.” “ya sudah kalau begitu, yang besar juga tidak apa-apa. Ayo kita bayar bukunya !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukman semakin sombong melihat Zahid minta dia yang harus di beli. “Lihat Bukmin semua orang akan memilih aku kan ha..ha…ha… Selamat tinggal Bukmin, Buku jelek….aku akan segera pindah ke tempat yang baru dan mendapat perawatan yang bagus sedang kamu, masih tetap tinggal disini dan tak akan ada yang membelimu sampai kamu di makan rayap ha..ha..ha…” Bukmin yang biasanya tabah kini ia menangis sedih seraya berdo’a “ Ya Allah, hanya Engkau yang maha tahu apa yang kurasakan …Aku sedih ya Allah mengapa tidak ada orang yang ingin memiliki aku ya Allah… tapi aku tetap akan bersabar setidaknya aku sudah tidak mendengar lagi ejekan dari bukman. Aku mohon ampun kepadamu ya Allah... karena aku hampir saja berputus asa kepadaMu… Ampuni aku ya Allah” demikianlah bukmin, walaupun dia tidak disukai banyak orang namun ia tetap saja sabar, karena ia percaya bahwa pasti melihat apa yang dia kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari bukmin sekarang dilalui tanpa bukman, ia merasa lebih tenang karena tak ada lagi cemoohan yang sebenarnya membuat telinganya risih mendengarnya. Hari ini hari yang ke empat bukmin tidak bersama bukman. Ia agak sedikit kaget melihat Zahid, anak yang kemarin membeli bukman dan ibunya kembali ke toko buku tempat ia tinggal, bukmin berdo’a mudah-mudahan ia akan membeli dirinya, yang lebih mengagetkan lagi. Zahid membawa bukman kembali ke toko. Kini bukmin melihat Zahid dan ibunya menju ke penjaga toko dan ibunya berkata “ Pak, bolehkah saya menukarkan buku ini untuk anak saya, beberapa hari yang lalu buku ini saya beli di sini juga, dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-7008749224422966780?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/7008749224422966780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/hai-bukmin-lihat-badanmu-kecil-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/7008749224422966780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/7008749224422966780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/hai-bukmin-lihat-badanmu-kecil-dan.html' title='BUKMIN SI KECIL YANG BAIK HATI'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-5572077066305280681</id><published>2010-01-12T17:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T17:21:44.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PARENTING'/><title type='text'>BACANYA YANG KERAS PA..!!!!</title><content type='html'>Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya, "Papa lihat!" John menengok kearahnya dan berkata, "Wah, buku baru ya?" "Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong!" "Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali "Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy". Dengan perasaan agak kesal John menjawab: "Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya". "Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa" katanya sendu. "Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu." "Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi "Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka". "Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali!" dengan agak keras John membentak anaknya. Hampir menangis Magy mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali". Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata "Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John hanya diam. Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil diatas tangannya yang kasar mengatakan: "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar". Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan.&lt;br /&gt;Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN JADIKAN DIRI ANDA SEPERTI JOHN, SAAT SEMUANYA TERJADI, PENYESALAN SUDAH SANGAT TERLAMBAT...... LAKUKAN SESUATU SEBELUM ANDA TERLAMBAT UNTUK MENYADARINYA, BERIKANLAH KEBAHAGIAAN BAGI MEREKA YANG ANDA CINTAI. APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENCINTAI MEREKA ?(NN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-5572077066305280681?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/5572077066305280681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/semuanya-itu-disadari-john-pada-saat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5572077066305280681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/5572077066305280681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/semuanya-itu-disadari-john-pada-saat.html' title='BACANYA YANG KERAS PA..!!!!'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725588627239915459.post-718909158453829136</id><published>2010-01-09T09:49:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T09:49:58.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>BERKACA KEPADA LUQMAN AL HAKIM</title><content type='html'>Wa la qad aataina luqmaanal hikmata anisy kurlillaahi wa may yasykur fa innamaa yasykuru li nafsihii wa ma kafara fa innallaaha ghaniyyun hamiid.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu, Bersyukurlah kepada Allah. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. &lt;br /&gt;Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. &lt;br /&gt;Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Ibnu Jarir berpendapat bahwa Luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Suatu kali, majikannya berkata kepada Luqman, Sembelihkan domba ini untuk kami. Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, Ambillah bagian dagingnya yang terbaik. Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Si Majikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, Sembelihkan domba yang ini untuk kami. Lalu dia menyembelihnya. Si majikan berkata, Ambillah bagian dagingnya yang terburuk. Lalu Luqman mengambil lidah dan hati domba. Kemudian si majikan berkata, Aku menyuruhmu mengambil dua bagian daging domba yang terbaik, lalu kamu melaksanakannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian domba yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama. Luqman berkata, Sesunguhnya tiada perkara yang lebih baik daripada lidah dan hati jika keduanya baik dan tiada perkara yang lebih buruk daripada lidah dan hati jika keduanya buruk. &lt;br /&gt;Suatu kali dia didatangi seseorang, lalu bertanya, Apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebajikan dalam bertutur? Luqman menjawab, :Berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting. Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu mayoritas ulama salaf memandang Luqman bukan sebagai nabi. &lt;br /&gt;Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab. Hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang aku katakan kepadamu, kamupun akan berprestasi seperti aku. Lalu Luqman berkata, Aku menjaga mengontrol pandanganku, mejaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu lihat. &lt;br /&gt;Firman Allah, Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman Islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerima wahyu. Yaitu, Bersyukurlah kepada Allah. Yakni, Kami menyuruhnya bersyukur kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu. &lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman, Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya manfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena Allah berfirman, Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Dia tidak membutuhkan hamba dan Dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi ingkar, sebab Dia tidak membutuhkan perkara selain-Nya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya.(Kisah-Kisah-Islami 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725588627239915459-718909158453829136?l=anang.nurhidayahsolo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/feeds/718909158453829136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/berkaca-kepada-luqman-al-hakim_771.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/718909158453829136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725588627239915459/posts/default/718909158453829136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anang.nurhidayahsolo.com/2010/01/berkaca-kepada-luqman-al-hakim_771.html' title='BERKACA KEPADA LUQMAN AL HAKIM'/><author><name>CINTA ANAK KITA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17584490782406603196</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eTNFM9Yiz6w/SzbB_s7LRmI/AAAAAAAAAAM/ZmUKSYBouPs/S220/anang+crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
